Laporan Laba Rugi Online Shop: Contoh & Cara Membuat
Contoh laporan laba rugi sederhana untuk online shop: susunan barisnya, cara mengisinya dari data jualan Shopee dan TikTok Shop, dan cara membaca angkanya.
Tim Ospro5 menit baca
Daftar isi
Setiap bulan uang masuk dari Shopee dan TikTok Shop, setiap bulan uang keluar untuk stok, iklan, gaji, dan sewa. Tapi kalau ditanya "bulan lalu untung berapa?", jawabannya sering berupa perkiraan — atau saldo rekening yang dikira laba.
Laporan laba rugi menjawab pertanyaan itu dengan rapi. Panduan ini memberi susunan laporan laba rugi yang sederhana untuk online shop, contoh lengkap satu bulan, dan cara membaca angkanya.
Apa itu laporan laba rugi#
Laporan laba rugi merangkum pendapatan dan beban usaha dalam satu periode, lalu menghasilkan laba atau rugi periode itu. Ia berbeda dengan saldo rekening: rekening bisa bertambah karena pinjaman atau dana marketplace dari bulan lalu, dan bisa berkurang karena belanja stok yang baru akan terjual bulan depan.
Untuk online shop, laporan bulanan menjawab tiga pertanyaan penting:
Berapa laba sebenarnya, setelah semua biaya?
Biaya mana yang paling besar, dan apakah wajar?
Apakah bulan ini lebih baik atau lebih buruk dari bulan lalu — dan kenapa?
Susunan sederhana untuk online shop#
Susunannya bertingkat, dari pendapatan sampai laba:
Penjualan kotor — nilai seluruh barang yang terjual.
Dikurangi retur — barang yang dikembalikan dan dananya dikembalikan ke pembeli.
Penjualan bersih.
Dikurangi HPP — modal barang yang terjual (lihat cara menghitung HPP online shop).
Laba kotor.
Dikurangi beban penjualan — biaya marketplace, ongkir yang ditanggung penjual, voucher toko, iklan, kemasan pengiriman.
Dikurangi beban umum — gaji, sewa, dan biaya operasional lain.
Laba usaha — laba sebelum pajak dan pos di luar usaha utama.
Memisahkan beban penjualan dari beban umum membuat laporan lebih mudah dibaca: beban penjualan naik-turun mengikuti penjualan, sedangkan beban umum relatif tetap.
Contoh: laporan laba rugi Dapur Rapi, September#
Toko fiktif Dapur Rapi berjualan di Shopee dan TikTok Shop. Angkanya sama dengan contoh di cara menghitung laba bersih per marketplace, kali ini disusun sebagai satu laporan untuk seluruh usaha:
| Pos | Rupiah |
|---|---|
| Penjualan kotor | 81.150.000 |
| Retur penjualan | −1.450.000 |
| Penjualan bersih | 79.700.000 |
| HPP | −48.132.000 |
| Laba kotor | 31.568.000 |
| Biaya marketplace (admin, layanan, komisi) | −9.079.000 |
| Ongkir ditanggung penjual | −1.800.000 |
| Voucher ditanggung toko | −2.218.000 |
| Iklan | −5.520.000 |
| Kemasan pengiriman | −900.000 |
| Total beban penjualan | −19.517.000 |
| Gaji | −6.000.000 |
| Sewa | −1.500.000 |
| Total beban umum | −7.500.000 |
| Laba usaha | 4.551.000 |
Membaca angkanya#
Angka mentah baru berguna setelah dibandingkan. Hitung beberapa rasio terhadap penjualan bersih:
| Rasio | Hitungan | Hasil |
|---|---|---|
| Margin laba kotor | 31.568.000 ÷ 79.700.000 | 39,6% |
| Biaya marketplace | 9.079.000 ÷ 79.700.000 | 11,4% |
| Iklan | 5.520.000 ÷ 79.700.000 | 6,9% |
| Total beban penjualan | 19.517.000 ÷ 79.700.000 | 24,5% |
| Margin laba usaha | 4.551.000 ÷ 79.700.000 | 5,7% |
Cara membacanya:
Margin laba kotor 39,6% berarti dari setiap Rp100.000 penjualan, Rp39.600 tersisa setelah modal barang. Kalau angka ini turun dari bulan ke bulan, periksa harga beli dan diskon.
Beban penjualan memakan 24,5% — lebih dari separuh laba kotor habis untuk biaya menjual. Di sinilah biasanya ruang perbaikan terbesar: voucher, iklan, dan ongkir yang ditanggung toko.
Margin laba usaha 5,7% adalah angka yang paling jujur: dari setiap Rp100.000 penjualan, Rp5.700 menjadi laba. Bandingkan dengan bulan lalu, bukan dengan toko lain.
Dasar kas atau dasar akrual?#
Pertanyaan yang sering membingungkan seller marketplace: penjualan dicatat kapan — saat pesanan selesai, atau saat dana cair?
Dasar akrual: penjualan dicatat saat pesanan selesai, walau dananya baru cair minggu depan. Laba bulan itu mencerminkan aktivitas bulan itu.
Dasar kas: penjualan dicatat saat dana masuk. Lebih sederhana, tapi laba bisa melompat-lompat mengikuti jadwal pencairan.
Untuk mengelola usaha, dasar akrual sederhana biasanya lebih berguna: catat penjualan dari pesanan yang selesai, lalu awasi dana yang belum cair secara terpisah — caranya di cara cek pencairan dana Shopee dan TikTok Shop. Apa pun pilihanmu, pakai dasar yang sama setiap bulan.
Beda dengan neraca dan arus kas#
Laporan laba rugi hanyalah satu dari tiga laporan dasar:
Neraca memotret posisi pada satu tanggal: apa yang dimiliki usaha (kas, persediaan, dana marketplace yang belum cair) dan apa yang menjadi kewajibannya (utang ke pemasok, pinjaman).
Arus kas menceritakan dari mana uang masuk dan ke mana uang keluar selama periode.
Usaha bisa untung di laporan laba rugi tetapi kekurangan kas — misalnya karena banyak dana tertahan di stok atau belum cair dari marketplace. Karena itu ketiganya saling melengkapi.
Kesalahan umum#
Mencampur uang pribadi dengan uang usaha, termasuk mencatat penarikan pribadi pemilik sebagai beban.
Mencatat pembelian stok sebagai beban bulan pembelian, padahal yang menjadi beban hanya HPP dari barang yang terjual.
Melupakan retur, sehingga penjualan terlihat lebih besar.
Menganggap omzet sebagai laba.
Berganti-ganti dasar pencatatan antara kas dan akrual dari bulan ke bulan.
Tidak menutup buku pada tanggal yang sama, sehingga bulan yang satu lebih panjang dari bulan yang lain.
Laporan resmi dan pajak#
Laporan dalam panduan ini adalah laporan manajemen — alat untuk memahami dan memperbaiki usahamu. Untuk laporan keuangan resmi, misalnya untuk pengajuan pinjaman, atau untuk kewajiban pajak, ada standar dan aturan yang perlu diikuti, termasuk standar akuntansi untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (SAK EMKM). Konsultasikan dengan akuntan atau konsultan pajak untuk keperluan tersebut.
Ringkasan#
Laporan laba rugi merangkum pendapatan dan beban satu periode menjadi laba atau rugi — bukan saldo rekening.
Susunan sederhana: penjualan bersih → HPP → laba kotor → beban penjualan → beban umum → laba usaha.
Baca angkanya lewat rasio terhadap penjualan bersih dan bandingkan dari bulan ke bulan.
Pilih dasar akrual atau kas, lalu konsisten.
Penarikan pribadi dan pembelian stok bukan beban.
Laporan laba rugi di Ospro#
Di Ospro, elemen Laporan keuangan menyusun Laba Rugi, Neraca, dan Arus Kas dari data yang sudah kamu catat — pesanan yang diposting beserta HPP-nya, pencairan, dan Buku Kas. Barisnya bisa diatur sendiri dari metrik, penjumlahan, atau rumus antar-baris, dan setiap angka bisa diklik untuk membuka Asal angka: rumusnya sampai record pembentuknya. Laporan bisa dibaca per satu periode, sebagai pembanding antarperiode, per bulan, atau per channel, lalu diunduh sebagai Excel dengan rumus yang tetap hidup. Di kaki laporan, Ospro menunjukkan data yang membuat angkanya belum lengkap, seperti pesanan tanpa HPP.
Batasnya: pencatatannya sederhana (single-entry), jadi laporannya adalah alat bantu keputusan, bukan pengganti akuntan atau laporan pajak; baris yang belum punya sumber data ditampilkan sebagai "belum ada sumber". Lihat laporan keuangan di Ospro.