Lewati ke konten

Keuangan & Laba

Cara Menghitung HPP Online Shop + Contoh Rata-rata

HPP menentukan laba yang sebenarnya. Pelajari apa saja yang masuk HPP online shop, rumusnya, dan contoh lengkap metode rata-rata bergerak serta FIFO.

Tim Ospro6 menit baca

Daftar isi

Botol minum yang sama dibeli Rp30.000 per buah dua bulan lalu, lalu Rp33.000 bulan lalu, dan Rp31.000 minggu ini. Hari ini satu botol terjual seharga Rp59.000. Berapa modalnya — dan berapa labanya?

Pertanyaan sederhana ini adalah inti HPP (harga pokok penjualan). Salah menjawabnya membuat laba terlihat lebih besar atau lebih kecil dari kenyataan, dan semua keputusan harga yang dibangun di atasnya ikut meleset. Panduan ini membahas apa saja yang masuk HPP online shop, rumusnya, dan contoh lengkap menghitungnya.

Apa itu HPP#

HPP adalah biaya pokok dari barang yang sudah terjual dalam suatu periode. Kata kuncinya terjual: barang yang kamu beli bulan ini tapi masih di rak bukan HPP bulan ini — ia masih persediaan.

Untuk toko online yang membeli lalu menjual kembali barang (reseller atau distributor), HPP berasal dari harga perolehan barang dagangan. Ini berbeda dengan usaha produksi, yang harga pokoknya dihitung dari bahan baku, tenaga kerja langsung, dan biaya pabrik. Artikel ini fokus pada barang dagangan.

Apa saja yang masuk harga pokok barang#

Harga pokok satu barang adalah semua biaya untuk mendatangkan barang itu sampai siap dijual di gudangmu:

  • Harga beli dari pemasok, setelah potongan atau diskon pembelian.

  • Ongkos kirim pembelian dari pemasok ke gudangmu.

  • Biaya lain yang melekat langsung pada barang, misalnya biaya impor atau biaya pengemasan ulang dari pemasok sebelum barang bisa dijual.

Yang bukan HPP, walau sering ikut dimasukkan:

  • Biaya marketplace: biaya admin, biaya layanan, komisi affiliate.

  • Ongkir ke pembeli yang ditanggung toko.

  • Iklan, gaji admin, sewa, listrik.

  • Kemasan pengiriman seperti kardus dan plastik pembungkus — ini biaya penjualan.

Biaya-biaya itu tetap mengurangi laba, tapi di baris lain — dibahas di cara menghitung laba bersih per marketplace. Memisahkannya membuat kamu bisa membaca dua hal berbeda: seberapa baik kamu membeli (HPP) dan seberapa mahal kamu menjual (biaya penjualan).

Rumus HPP untuk satu periode#

Kalau kamu menghitung HPP sebulan sekali, rumusnya:

HPP = persediaan awal + pembelian − persediaan akhir

Logikanya: semua barang yang tersedia untuk dijual (yang sudah ada ditambah yang dibeli) dikurangi yang masih tersisa sama dengan yang sudah keluar. Rumus ini hanya akurat kalau persediaan akhir dihitung dengan benar — termasuk barang rusak atau hilang yang dikeluarkan dari stok.

Masalahnya ada pada kata "nilai": persediaan akhir 15 botol bernilai berapa, kalau botol-botol itu dibeli dengan harga yang berbeda-beda? Di sinilah metode penilaian berperan.

Tiga cara menilai harga pokok per unit#

  1. FIFO (first in, first out): barang yang pertama masuk dianggap pertama keluar. HPP penjualan memakai harga lapisan pembelian tertua yang masih tersisa.

  2. Rata-rata bergerak (moving average): setiap kali barang masuk, harga pokok per unit dihitung ulang dari seluruh stok yang ada. Penjualan memakai rata-rata terkini.

  3. Rata-rata periodik: satu rata-rata untuk seluruh periode, dihitung di akhir periode. Praktis untuk laporan bulanan, tapi tak bisa memberi HPP saat transaksi terjadi.

Ada satu cara lagi yang sering dipakai tanpa sadar: harga beli terakhir — setiap penjualan dianggap bermodal harga pembelian paling baru. Cara ini mudah, tapi keliru, seperti terlihat di contoh berikut.

Contoh lengkap: Botol Minum 1L#

Toko fiktif Dapur Rapi memulai bulan dengan 20 botol bernilai Rp30.000 per buah. Selama sebulan terjadi enam transaksi berikut, dihitung dengan rata-rata bergerak:

TransaksiQtyHarga per unitStok sesudahnyaNilai stokHPP rata-rataHPP penjualan
Stok awal2030.00020600.00030.000—
Jual12—8240.00030.000360.000
Beli4033.000481.560.00032.500—
Jual30—18585.00032.500975.000
Beli2231.000401.267.00031.675—
Jual25—15475.12531.675791.875

Cara membacanya:

  • Saat 40 botol dibeli seharga Rp33.000, rata-ratanya menjadi (240.000 + 1.320.000) ÷ 48 = Rp32.500.

  • Penjualan 30 botol berikutnya bermodal 30 × 32.500 = Rp975.000. Kalau dijual Rp59.000 per botol, omzetnya Rp1.770.000 dan laba kotornya Rp795.000.

  • Total HPP sebulan: 360.000 + 975.000 + 791.875 = Rp2.126.875 untuk 67 botol.

Periksa dengan rumus periodik: persediaan awal 600.000 + pembelian (1.320.000 + 682.000) − persediaan akhir 475.125 = Rp2.126.875. Sama persis — tanda hitungannya konsisten.

Bandingkan dengan FIFO dan harga beli terakhir#

MetodeHPP sebulanNilai 15 botol tersisaCocok dengan rumus periodik?
Rata-rata bergerak2.126.875475.125Ya
FIFO2.137.000465.000Ya
Harga beli terakhir2.125.000tak tercatatTidak

Dengan FIFO, penjualan 30 botol memakai 8 botol sisa harga Rp30.000 lalu 22 botol harga Rp33.000, sehingga HPP-nya Rp966.000. Kedua metode sah dan sama-sama "menutup": HPP ditambah nilai persediaan akhir selalu sama dengan seluruh barang yang tersedia.

Cara harga beli terakhir tidak. Ia membebankan Rp33.000 untuk setiap botol yang terjual setelah pembelian kedua — termasuk 8 botol lama yang sebenarnya bermodal Rp30.000 — lalu Rp31.000 setelah pembelian ketiga. Angka HPP-nya melompat setiap kali ada pembelian, dan nilai persediaan yang tersisa tak pernah bisa dicocokkan. Di bulan dengan harga beli yang naik-turun tajam, selisihnya membesar.

HPP untuk paket dan bundel#

HPP paket adalah jumlah HPP komponennya. Paket Bekal berisi satu Lunch Box 3 Sekat (HPP Rp42.000) dan satu Botol Minum 1L (HPP terkini Rp31.675) ber-HPP Rp73.675. Karena HPP Botol Minum bergerak setiap ada pembelian, HPP paket ikut bergerak — hitung ulang dari komponennya, jangan dipatok satu angka selamanya.

Kesalahan umum#

  • Memakai harga beli terakhir sebagai modal semua barang yang terjual.

  • Lupa ongkir pembelian, sehingga HPP terlalu kecil dan laba terlihat lebih besar.

  • Memasukkan iklan atau biaya marketplace ke HPP, sehingga tak bisa lagi membedakan masalah harga beli dari masalah biaya jualan.

  • Menghitung HPP dari pembelian bulan ini, bukan dari barang yang terjual bulan ini.

  • Tidak mengeluarkan barang rusak atau hilang dari stok, sehingga persediaan akhir terlalu besar dan HPP terlalu kecil.

  • Retur yang tak dicatat: barang yang kembali dan layak jual harus masuk lagi ke stok dengan HPP-nya.

Catatan untuk laporan resmi#

Panduan ini membantu kamu memahami modal dan laba usaha sendiri. Untuk laporan keuangan formal atau kewajiban pajak, aturan pengakuan dan penilaian persediaannya perlu diikuti dengan benar — konsultasikan dengan akuntan atau konsultan pajak, terutama sebelum memilih atau mengganti metode.

Ringkasan#

  • HPP adalah biaya pokok barang yang terjual, bukan barang yang dibeli.

  • Harga pokok barang = harga beli + ongkir pembelian + biaya lain yang melekat; biaya marketplace, ongkir ke pembeli, iklan, dan kemasan pengiriman bukan HPP.

  • Rumus periodik: persediaan awal + pembelian − persediaan akhir.

  • Rata-rata bergerak dan FIFO sama-sama sah dan selalu cocok dengan rumus periodik; harga beli terakhir tidak.

  • HPP paket = jumlah HPP komponennya, dan ikut bergerak bersama mereka.

HPP otomatis di Ospro#

Di Ospro, setiap barang masuk yang dicatat dengan harga beli lalu diposting memperbarui HPP barang itu dengan metode rata-rata bergerak — seperti tabel di atas, tanpa rumus manual. Saat pesanan diposting, HPP saat itu disalin ke baris pesanannya, sehingga laba setiap baris terhitung dari modal yang berlaku ketika barang keluar. Laporan keuangan menandai pesanan yang belum punya HPP, supaya angka laba tidak diam-diam terlalu besar.

Batasnya: Ospro memakai pencatatan sederhana (single-entry) — alat bantu keputusan, bukan pengganti akuntan. Lihat juga laporan keuangan di Ospro.

Praktikkan di Ospro

Hitung laba tokomu dari data, bukan perkiraan.

Daftar pakai email dan langsung coba dengan file ekspor pesanan dari Seller Center — gratis selama masa akses awal.

Tanya-jawab

Pertanyaan seputar topik ini

Apakah ongkir dari pemasok termasuk HPP?

Ya. Ongkos kirim untuk mendatangkan barang dari pemasok ke gudangmu adalah bagian dari harga pokok barang itu. Yang tidak termasuk adalah ongkir dari gudangmu ke pembeli, karena itu biaya penjualan.

Metode HPP mana yang paling cocok untuk online shop kecil?

Rata-rata bergerak biasanya paling praktis karena hanya butuh satu angka per barang dan meredam naik-turunnya harga beli. FIFO lebih cocok bila kamu memang perlu melacak umur stok, misalnya barang berkedaluwarsa. Yang terpenting, pakai satu metode secara konsisten.

Bagaimana menghitung HPP barang yang dijual dalam paket?

Jumlahkan HPP setiap komponen dikali jumlahnya di dalam paket. Paket berisi satu Lunch Box ber-HPP Rp42.000 dan satu Botol Minum ber-HPP Rp31.675 punya HPP Rp73.675.

Bacaan lanjutan

Semua artikel Academy
  • Keuangan & Laba

    Cara Menghitung Laba Bersih per Marketplace

    Omzet besar belum tentu untung. Cara menghitung laba Shopee dan TikTok Shop secara terpisah — HPP, biaya marketplace, ongkir, voucher, iklan, dan biaya bersama.

    · 6 menit baca

Coba sendiri

Daftar, buat usaha, lalu impor file pesanan pertamamu.

Daftar pakai email, tanpa kartu kredit. Ospro bisa dipakai gratis selama masa akses awal — cukup siapkan file ekspor pesanan dari Seller Center.