Lewati ke konten

Keuangan & Laba

Cara Menghitung Laba Bersih per Marketplace

Omzet besar belum tentu untung. Cara menghitung laba Shopee dan TikTok Shop secara terpisah — HPP, biaya marketplace, ongkir, voucher, iklan, dan biaya bersama.

Tim Ospro6 menit baca

Daftar isi

Bulan lalu omzet TikTok Shop naik tajam — sudah hampir dua pertiga omzet Shopee. Kabar baik, sampai laporannya dibedah per channel: setelah HPP, biaya marketplace, voucher, dan iklan, laba TikTok Shop ternyata hanya sekitar sepertiga laba Shopee.

Tanpa menghitung laba per marketplace, perbedaan seperti ini tidak terlihat. Panduan ini menjelaskan komponen yang perlu dihitung, urutan menghitungnya, dan cara membaca hasilnya untuk keputusan.

Omzet, laba kotor, dan laba bersih#

Tiga istilah ini sering tertukar:

  • Omzet adalah nilai penjualan: harga jual dikali jumlah barang yang terjual. Angka inilah yang paling mudah dilihat di Seller Center — dan paling menyesatkan kalau dibaca sendirian.

  • Laba kotor adalah omzet dikurangi HPP (harga pokok barang yang terjual). Ia menjawab: seberapa besar selisih antara harga jual dan modal barang?

  • Laba bersih adalah laba kotor dikurangi semua biaya lain — biaya marketplace, ongkir yang ditanggung toko, voucher, iklan, sampai gaji dan sewa.

Menghitung laba per marketplace berarti menghitung rangkaian ini terpisah untuk setiap channel, lalu membandingkannya.

Komponen biaya per channel#

HPP#

Modal dari barang yang terjual di channel itu. Kalau HPP-nya masih berupa perkiraan atau memakai harga beli terakhir, semua angka di bawahnya ikut meleset — perbaiki dulu dengan panduan cara menghitung HPP online shop.

Biaya marketplace#

Biaya admin, biaya layanan, dan komisi affiliate yang dipotong marketplace dari setiap pesanan. Tarifnya diatur masing-masing marketplace, berbeda antarkategori dan program, dan bisa berubah. Jangan memakai persentase dari ingatan: ambil nominal sebenarnya per pesanan dari laporan penghasilan — caranya ada di cara cek pencairan dana Shopee dan TikTok Shop.

Ongkir yang ditanggung penjual#

Hanya ongkir yang benar-benar kamu tanggung yang mengurangi laba, misalnya karena program gratis ongkir atau subsidi ongkir dari toko. Ongkir yang dibayar pembeli hanya lewat — ia bukan biayamu. Memasukkan ongkir pembeli sebagai biaya membuat laba terlihat lebih kecil dari kenyataan di setiap pesanan.

Voucher dan diskon yang ditanggung toko#

Voucher toko, diskon, atau cashback yang dananya dari kamu — bukan dari marketplace — mengurangi laba channel tempat voucher itu dipakai.

Iklan per channel#

Iklan di dalam marketplace (misalnya iklan produk di Shopee atau di TikTok Shop) dibebankan ke channel itu. Iklan umum yang tak bisa ditelusuri ke satu channel masuk ke biaya bersama.

Biaya bersama#

Gaji admin dan gudang, sewa, kemasan pengiriman, listrik — dipakai semua channel sekaligus. Biaya ini dihitung paling akhir, dan pembagiannya dibahas di bawah.

Contoh: Shopee vs TikTok Shop dalam satu bulan#

Toko fiktif Dapur Rapi, bulan September. Semua angka dalam Rupiah:

KomponenShopeeTikTok ShopTotal
Omzet48.500.00031.200.00079.700.000
HPP−29.100.000−19.032.000−48.132.000
Laba kotor19.400.00012.168.00031.568.000
Biaya marketplace−5.335.000−3.744.000−9.079.000
Ongkir ditanggung penjual−1.240.000−560.000−1.800.000
Voucher ditanggung toko−970.000−1.248.000−2.218.000
Iklan di channel−2.400.000−3.120.000−5.520.000
Laba kontribusi9.455.0003.496.00012.951.000
Margin kontribusi19,5%11,2%16,2%

Laba kontribusi adalah laba channel sebelum biaya bersama — berapa yang "disumbangkan" channel itu untuk menutup gaji, sewa, dan biaya lain yang dipakai bersama.

Perhatikan: HPP kedua channel hampir sama besarnya terhadap omzet (60% dan 61%). Bedanya muncul di bawah laba kotor — TikTok Shop membelanjakan voucher dan iklan yang jauh lebih besar untuk setiap rupiah omzet.

Membagi biaya bersama#

Biaya bersama Dapur Rapi bulan itu Rp8.400.000 (gaji Rp6.000.000, sewa Rp1.500.000, kemasan Rp900.000). Karena sebagian besar biaya ini tumbuh seiring jumlah pesanan yang dikerjakan, Dapur Rapi membaginya berdasarkan jumlah pesanan: 840 pesanan Shopee dan 560 pesanan TikTok Shop, atau 60% dan 40%.

ShopeeTikTok ShopTotal
Laba kontribusi9.455.0003.496.00012.951.000
Bagian biaya bersama−5.040.000−3.360.000−8.400.000
Laba bersih channel4.415.000136.0004.551.000
Margin bersih9,1%0,4%5,7%

Dasar pembagian lain yang juga lazim adalah omzet. Yang penting bukan dasar mana yang dipilih, melainkan konsisten setiap bulan — kalau dasarnya berganti-ganti, perubahan laba per channel tak bisa dibaca.

Membaca hasilnya untuk keputusan#

Dari contoh di atas, kesimpulan yang tergesa-gesa adalah "TikTok Shop tidak menguntungkan, tutup saja". Padahal laba kontribusinya masih Rp3.496.000. Kalau channel itu ditutup, sebagian besar biaya bersama tetap ada dan seluruhnya jatuh ke Shopee — laba usaha justru turun.

Pertanyaan yang lebih berguna:

  • Biaya mana yang paling membedakan? Di contoh ini: voucher dan iklan TikTok Shop. Uji menurunkan voucher atau mengalihkan anggaran iklan ke produk dengan margin terbaik, lalu bandingkan laba kontribusi bulan berikutnya.

  • Apakah harga jual per channel perlu dibedakan? Kalau biaya di satu marketplace konsisten lebih tinggi, harga yang sama di semua channel berarti margin yang berbeda.

  • Produk mana yang menyumbang laba? Ulangi hitungan yang sama per produk atau per kategori — sering kali segelintir barang menutup kerugian barang lain.

Ukur ulang setiap bulan dengan cara yang sama. Satu bulan bisa kebetulan; tiga bulan berturut-turut adalah pola.

Kesalahan umum#

  • Membandingkan omzet, bukan laba.

  • Memakai persentase biaya dari ingatan, padahal nominal sebenarnya ada di laporan penghasilan.

  • Memasukkan ongkir yang dibayar pembeli sebagai biaya.

  • Melupakan retur dan pesanan batal, sehingga omzet dan HPP terlalu besar.

  • Memakai harga beli terakhir sebagai HPP, sehingga laba berubah-ubah mengikuti harga pembelian terbaru.

  • Mengganti dasar pembagian biaya bersama setiap bulan.

Ringkasan#

  • Hitung rangkaian omzet → HPP → laba kotor → biaya channel → laba kontribusi → biaya bersama → laba bersih untuk setiap marketplace secara terpisah.

  • Biaya marketplace diambil dari laporan penghasilan, bukan perkiraan; ongkir yang dibayar pembeli bukan biayamu.

  • Laba kontribusi menunjukkan apakah sebuah channel ikut menanggung biaya bersama — dasar yang lebih tepat untuk keputusan daripada laba bersih sesudah alokasi.

  • Bagi biaya bersama dengan dasar yang konsisten, misalnya jumlah pesanan.

Laba per channel di Ospro#

Di Ospro, laba per channel dihitung dari pesanan yang diposting: HPP tercatat di setiap baris pesanan saat diposting, sehingga tak ada hitungan modal manual. Ringkasan per channel memakai rumus laba kotor = omzet − HPP − fee marketplace dan laba bersih = laba kotor − ongkir yang ditanggung penjual — perhatikan istilahnya sedikit berbeda dengan pembagian di artikel ini, karena fee marketplace sudah ikut di laba kotornya. Biaya lain seperti iklan dan biaya bersama bisa ditambahkan sebagai baris di elemen Laporan keuangan dari data yang kamu catat, misalnya di Buku Kas; laporannya juga punya tampilan Per Channel dan Asal angka sampai ke pesanan pembentuknya. Laporan penghasilan yang diunggah di halaman Pencairan memberi nominal biaya marketplace yang sebenarnya.

Batasnya: ringkasan laba di Order Hub menghitung seluruh waktu — untuk laba per bulan, pakai elemen Laporan keuangan — dan pencatatannya sederhana (single-entry), bukan pengganti akuntan. Lihat laporan keuangan di Ospro.

Praktikkan di Ospro

Hitung laba tokomu dari data, bukan perkiraan.

Daftar pakai email dan langsung coba dengan file ekspor pesanan dari Seller Center — gratis selama masa akses awal.

Tanya-jawab

Pertanyaan seputar topik ini

Haruskah biaya iklan dibagi per marketplace?

Iklan yang jelas ditujukan ke satu channel, seperti iklan di dalam Shopee atau TikTok Shop, dibebankan ke channel itu. Iklan umum yang tak bisa ditelusuri ke satu channel, misalnya promosi di media sosial, masuk ke biaya bersama.

Lebih baik membagi biaya bersama berdasarkan omzet atau jumlah pesanan?

Jumlah pesanan cocok untuk biaya yang tumbuh seiring kerja per pesanan, seperti gaji admin dan gudang serta kemasan. Omzet cocok untuk biaya yang lebih terkait nilai penjualan. Pilih satu dasar dan pakai secara konsisten setiap bulan.

Apakah channel dengan laba bersih minus sebaiknya ditutup?

Lihat laba kontribusinya dulu. Selama laba kontribusi positif, channel itu masih ikut menanggung biaya bersama — menutupnya justru membuat beban itu jatuh ke channel lain. Perbaiki dulu biaya yang bisa dikendalikan, seperti iklan dan voucher.

Bacaan lanjutan

Semua artikel Academy

Coba sendiri

Daftar, buat usaha, lalu impor file pesanan pertamamu.

Daftar pakai email, tanpa kartu kredit. Ospro bisa dipakai gratis selama masa akses awal — cukup siapkan file ekspor pesanan dari Seller Center.